Menjaga kondisi kesehatan adalah sesuatu yang sangat penting bagi ibu hamil. Beberapa penyakit bisa berakibat fatal bagi ibu maupun janin. Kadang kala gejala penyakit terlihat sederhana namun hal ini adalah indikasi munculnya penyakit berbahaya.
Mengetahui penyakit berbahaya pada ibu hamil adalah hal penting agar Anda bisa melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin, atau bisa melakukan tindakan secepatnya jika gejala penyakit ibu hamil tersebut muncul.
Penjelasan 7 Jenis Penyakit Saat Kehamilan
1. Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi ketika tekanan darah di atas batas normal (130/80 mmHg atau lebih). Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi kesehatan yang membahayakan nyawa jika dibiarkan. Bahkan, gangguan ini dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, hingga kematian.
2. Anemia
Anemia merupakan kondisi medis yang terjadi ketika jumlah sel darah merah dalam tubuh lebih rendah dari jumlah normal. Sel darah merah adalah sel darah yang bertanggung jawab untuk mengirimkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Ketika sel darah merah dalam tubuh sedikit dan mengalami gangguan, maka tubuh tidak dapat menerima oksigen dengan cukup.
3. Hiperemesis Gravidarium
Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang terjadi secara berlebihan selama hamil. Mual dan muntah (morning sickness) pada kehamilan trimester awal sebenarnya normal. Namun, pada hiperemesis gravidarum, mual dan muntah dapat terjadi sepanjang hari dan berisiko menyebabkan dehidrasi.
4. Plasenta Previa
Plasenta previa adalah kondisi ketika ari-ari atau plasenta berada di bagian bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Selain menutupi jalan lahir, plasenta previa juga dapat menyebabkan perdarahan hebat, baik sebelum maupun saat persalinan.
5. Kehamilan Ektopik
Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar rahim. Tergantung lokasi menempelnya sel telur, gejala kehamilan ektopik dapat menyerupai gejala pada penyakit usus buntu. Apabila tidak segera ditangani, kehamilan ektopik dapat berakibat fatal bagi ibu.
6. Mola Hidatidosa
Hamil anggur atau yang dikenal juga sebagai mola hidatidosa adalah kelainan kehamilan yang jarang terjadi. Kondisi ini terjadi ketika sel telur yang sudah dibuahi dan plasenta tidak berkembang secara normal. Akibatnya, sel-sel abnormal tersebut membentuk sekumpulan kista yang bentuknya menyerupai anggur putih. Hamil anggur dibagi menjadi dua jenis, yaitu hamil anggur parsial dan hamil anggur lengkap.
7. Solusio Plasenta
Abrupsio plasenta atau solusio plasenta adalah kondisi ketika plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum waktunya. Mengingat bahwa plasenta berfungsi untuk menyalurkan nutrisi serta oksigen dari ibu ke bayi, kondisi ini dapat membahayakan janin. Komplikasi kehamilan yang satu ini bisa terjadi secara tiba-tiba, namun sering kali dialami oleh ibu yang usia kehamilannya sudah mencapai trimester ketiga atau mendekati waktu persalinan.